|
|
 |
|
 |
| |
Home
|
Written by Anthon DPhe'z
|
|
Monday, 12 July 2010 |
|
KISAH PENUH SEMANGAT DI BIMTEK PALEMBANGMEMBEDAH BERKAS, SANGAT MENGGAIRAHKAN (INTELEKTUALITAS) Palembang | badilag.net (12/7)
Tidak ada yang bisa mengalihkan perhatian para peserta bimtek, yang semuanya hakim tinggi, ketika mereka sedang membedah berkas. Bahkan hidangan coffee break yang tersaji di jam rehat pun tidak memiliki daya tarik lagi ketika sebuah permasalahan belum usai didiskusikan. Bahkan, selama dua malam berturut-turut mereka yang rata-rata berusia diatas 50 tahun itu, sepertinya enggan keluar ruangan meski jam sudah menunjukan pukul 23. Bagi para peserta membedah berkas "sangat menggairahkan" intelekualitas mereka. Itulah yang terjadi pada kegiatan bimbingan teknis hukum acara dan pola bindalmin yang diikuti oleh 32 hakim tinggi se wilayah Sumatera yang berlangsung dari tanggal 5-8 Juli 2010 di Hotel Home Inn Palembang.
Tim pemandu nasional yang terdiri Drs. H. Zainuddin Fajari, SH,MH (Waka PTA Jakarta), Drs. H. Hasan Bisri, SH, MH (Waka PTA Banten), dan Drs. H. M. Yamin Awie, SH, MH (Waka PTA Jambi) berhasil menciptakan kondisi kelas yang dinamis, dan tanpa kantuk. Keberadaan 32 peserta di kelas pun, bukan asal hadir. “Tidak ada seorang peserta pun yang tidak memberikan pemikiran hukumnya pada saat eksaminasi berkas, bahkan yang ngantuk pun tidak ada”, ungkap Yamin Awie saat mengantarkan sebuah sessi yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH. Sip, M.Hum .
Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Sayyed Usman, pun memberikan kesaksian yang sama. “Saya kaget, ketika jam 1 lebih (dini hari, red) melihat pak Waka PTA Palembang beserta kelompoknya lengkap, masih membahas berkas, awalnya kami kira mereka panitia. Itu menggambarkan semangat yang luar biasa”, ujarnya saat memberikan sambutan pada penutupan acara, Kamis (8/7).
Ia pun mengaku bahwa kondisi seperti ini juga terjadi pada saat penyelenggaraan Bimtek di Makassar, Manado, dan Banjarmasin. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Anthon DPhe'z
|
|
Wednesday, 07 July 2010 |
SAATNYA KEAMANAN PENGADILAN DIPRIORITASKAN
UTAMAKAN KEAMANAN: Family Court of Australia dan pengadilan lainnya menerapkan sistem keamanan yang ketat. Melbourne | badilag.net (6/7/2010) Kasus pembunuhan hakim Pengadilan Agama Sidoarjo di ruang sidang beberapa tahun lalu seharusnya tidak terjadi jika sistem keamanan pengadilan di Indonesia dilakukan sedemikian rupa sehingga siapapun yang masuk gedung pengadilan terjamin keamanannya. Seperti yang dilakukan oleh hampir semua gedung pengadilan di Australia, keamanan pencari keadilan dan pegawai pengadilan begitu diprioritaskan. Tengoklah misalnya gedung pengadilan Family Court of Australia, Federal Magistrate Court dan High Court di Melbourne. Layaknya sistem keamanan di semua airport di dunia, tanpa terkecuali siapapun yang masuk gedung pengadilan ini harus melalui pintu khusus dan semua barang bawaan diperiksa dengan mesin dan komputer khusus seperti di bandara. Bahkan ketika sudah berada di dalam gedung pengadilan pun, pencari keadilan bisa meminta jaminan keamanan kepada pihak pengadilan jika salah satu pihak merasa terancam oleh pihak lain. Bahkan di Civil Tribunal untuk korban kDRT yang berada di Magistrate Court, disediakan ruangan terpisah antara penggugat dan tergugat jika mereka membutuhkan. "Privacy memang sangat dihormati di Australia. Keamanan dan kenyamanan para pencari keadilan juga sangat diperhatikan," ujar Brenda Field, Registry Manager FCoA Dandenong ketika menemani badilag.net berkeliling melihat fasilitas pengadilan. |
|
Last Updated ( Wednesday, 07 July 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Bimtek Pola Bindalmin Wilayah Sumatera |
|
Written by Anthon DPhe'z
|
|
Tuesday, 06 July 2010 |
|
BIMTEK POLA BINDALMIN WILAYAH SUMATERASDM BERKUALITAS, MARTABAT PA MENINGKATPalembang | badilag.net (5/7) Hakim Agung yang juga Ketua Pokja Perdata Agama, Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH, S.Ip, M. Hum, mengajak seluruh jajaran peradilan agama untuk meningkatkan kualitas SDM, terutama penguasaan hukum acara dan pola bindalmin. Menurutnya, penguasaan terhadap kedua hal tersebut menjadi cara efektif untuk meningkatkan martabat peradilan agama.
Prof. Manan, demikian Guru Besar Umsu ini akrab disapa, mengemukakan hal itu pada kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Kepaniteraan Pengadilan Agama yang diikuti oleh hakim tinggi se-wilayah Sumatera, Senin malam (5/7) di Palembang. Kegiatan yang direncanakan akan berlangsung hingga Kamis (8/7) ini, merupakan putaran terakhir yang diikuti oleh 32 hakim tinggi. Kegiatan serupa, sebelumnya telah dilaksanakan di tiga tempat : Makassar, Manado, dan Banjarmasin.
Menurut Prof. Manan, peningkatan kualitas SDM peradilan agama menjadi komitmen bersama Ditjen Badilag dan Uldilag, sebagai respon terhadap adanya sinyalemen penurunan kualitas pelaksanaan pola bindalmin dan penguasaan hukum acara di sejumlah PA.
“Berdasarkan hasil evaluasi di sejumlah pengadilan agama secara sampling, yang dilakukan oleh Waka MA Bidang Non Yudisial, ada kecenderungan menurunnya pelaksanaan pola bindalmin dan penguasaan hukum acara”, ujar Hakim Agung yang sangat produktif menulis buku ini.
Senada dengan Prof. Manan, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Drs. H. Sayyed Usman, SH, MH, menyampaikan bahwa administrasi peradilan berkorelasi dengan pelayanan. “Jika administrasi baik (Pola Bindalmin), maka pelayanan terhadap pencari keadilan pun dijamin baik”, ungkapnya saat menyempaikan kata sambutan. |
|
Last Updated ( Tuesday, 06 July 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Kunjungan Kerja Tim Bankum Ke Australia |
|
Written by Anthon DPhe'z
|
|
Tuesday, 06 July 2010 |
MENGKAJI POSBAKUM DI DANDENONG
Waka MA RI Bid. Yudisial, YM. H. Abdul Kadir Mappong (kedua dari kiri) menyerahkan kenang-kenangan kepada hakim Federal Magistrate Court Dandenong, Phipps, didampingi Dirjen Badilag, Wahyu Widiana (kiri) dan KPT Palangkaraya (kanan) Melbourne | badilag.net (5/7/2010) Keseriusan Mahkamah Agung RI dalam mewujudkan program bantuan hukum untuk masyarakat miskin memang bukan sekedar lip service. MA menggarap program ini dengan terlebih dahulu membuat draft pedoman pemberian bantuan hukum yang bisa digunakan pengadilan mulai 2011 mendatang. Untuk penyempurnaan draft pedoman tersebut, rombongan MA yang terdiri dari delegasi Badilum, Badilag, Kepaniteraan dan BUA dengan dipimpin Waka MA RI Bid. Yudisial, YM. H. Abdul Kadir Mappong, SH, mengadakan kunjungan ke berbagai lembaga bantuan hukum dan pengadilan di Australia sejak 5 -9 Juli 2010. “Saya harap peserta kunjungan kerja ini serius menggali hal-hal yang diperlukan untuk penyempurnaan draft pedoman bantuan hukum yang sedang disusun Badilum dan Badilag saat ini,” tegas Wakil Ketua MA sebelum berangkat memimpin rombongan menuju Commonwealth Law Courts di Dandenong, Melbourne, negara bagian Victoria, Australia (5/7/2010). Selain dari Mahkamah Agung, beberapa perwakilan institusi yang ikut dalam rombongan ini adalah dari Bappenas, YLBHI, PERADI, LSM PEKKA, dan LBH APIK. AusAID yang memfasilitasi kunjungan ini sengaja melibatkan beberapa lembaga terkait demi komprehensifitas draft pedoman bantuan hukum. |
|
Last Updated ( Tuesday, 06 July 2010 )
|
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 Next > End >>
| | Results 1 - 5 of 8 |
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |

Drs. SYAMSUDDIN
Ketua PA Kayuagung | |
|
|
 |
|
 |
|